Ketekunan Olah Bibit Beras Hasilkan Kesuksesan
Kamis 18 Mei 2017

Bendungan- Boyolali dikenal sebagai lumbung pangan di eks Karesidenan Surakarta. Puluha upaya telah dilakukan demi menjaga keberlangsungan lumbung pangan ini. Salah satu upaya yang memiliki hasil menggembirakan adalah upaya Seribu Desa Mandiri Benih atau yang disingkat SDMB.

Salah satu kesuksesan program ini adalah Marsudi. Pria empat puluh delapan tahun ini dulunya adalah seorang kondektur bus dengan trayek Solo-Semarang. “Saya dulu kondektur sebuah perusahaan otobus ternama untuk jalur Solo –Semarang. Setelah menikah dan adanya perasaan berdosa karena saya kerap meninggalkan ibadah membuat saya memutuskan untuk keluar dan membuka bengkel. Alhamdulilah bengkel saya sukses dan saya menambah usaha dengan membuka took kelontong,”cerita Marsudi.

Keaktifan Marsudi dalam lingkungan desa membuatnya ditawari oleh pemerintah desa untuk menjadi salah satu pilot project dalam program SDMB.”Awalnya saya kurang dipercaya oleh pihak dinas pertanian karena saya tergolong baru salam usaha baru. Saat itu saya mengembangkan benih padi dengan varietas IR64. Alhamdulilah saya tekun dan selalu mengikuti petunjuk dari dinas sehingga setelah panen beras, beras saya laku semua,”ujarnya.

Keunggulan produksinya adalah harga yang jauh lebih murah dibanding kompetitor dan juga banyaknya respon yang ada di pasar. “Selama ini saya kewalahan dalam memenuhi permintaan, saya juga berharap kepada pihak yang terkait untuk memberikan tambahan bibit. Selama ini kebutuhan akan gabah mencapai dua puluh ton namun saya hanya mampu melayani tujuh ton saja,”jelasnya. Marsudi juga menyimpan keinginan agar usaha menjadi lebih besar dan pihak terkait ada yang membantunya karena sepengetahuan dirinya  baru ada dua penagkar bibit.

Kesuksesan usahanya dalam bidang beras membuatnya ditunjuk menjadi ketua kelompok tani. Setelah terkumpul 6 kelompok tani, Marsudi dan rekannya membentuk gabungan kelompok tani yang di beri nama Berkah. Dalam menjaga kepercayaan sebagai “penangkar” bibit unggulam, Marsudi selalu menanam dan merawat sendiri bibitnya dan menjaga bibit berasnya tidak bercampur dengan varietas lainnya.

Marsudi termasuk salah satu petani dan pembibit yang aktif. Dirinya kerap diikutkan dalam seminar dan pelatihan di bidang pengembangan pertanian. Latar belakangnya sebagai kondektur bus tak menghalanginya untuk sukses di bidang pertanian.” Saya sering diikutkan seminar dan pelatihan baik oleh dinas pertanian maupun desa sehingga ilmu saya terus bertambah,”ujarnya merendah. Marsudi juga mengungkapkan pihak dinas juga turut aktif dengan memberikan pengawasan dalam usahanya ini. “Dinas juga aktif, contohnya ketika awal tanam juga melihat bagaimana cara menanam dan juga apakah ada ulat atau hama yang menyerang sehingga ketika panen petani juga senang,”tuturnya.  Marsudi juga mengungkapkan bisnis ini sangat memiliki prospek asalkan ditekuni dnegan tekun.

Berita Terkini
Dana Desa Tegalrejo-Bendungan
Kamis 18 Mei 2017